Skip to main content

Posts

Kisah Nyata: Kamar Itu yang Remang-Remang

Kalau di rumah, Ibu pernah bilang bahwa adalah pantangan laki-laki tidur sehabis subuh. Nyatanya, saya sangat senang mematikan lampu kamar, rebahan di kasur dan bercengkrama dengan pikiran saya, "hari ini mau ngapain aja ya???" tentunya ditemani hawa dingin suasana subuh yang adem semiliwir karena jendela sudah dibuka. Juga Ayah saya selalu ndak suka anak laki-lakinya tidur setelah solat subuh, padahal habis begadang untuk nulis (nonton film) dan belum sempat tidur, maka ketika Ayah sudah berangkat kerja pukul 07.00, saya pun lanjut untuk tidur HEHE

Pun ketika sudah merantau dan ngekos, saya sering disindir oleh tetangga kos saya yang amat terhormat di kampusnya akibat baru keluar kamar ketika matahari sudah mulai panas, "Wuih hebat udah bangun nih jam 9." Padahal ya lampu kamar mati dan jendela tutupan bukan berarti yang di dalam tidur kan? Saya kan nyaman mikir di suasana sepi yang cuma ditemani detak jam dinding! Ilusi itu datangnya dari situ meeen, INSPIRESYEN!…
Recent posts

Filosofi Kopi

Ngantuk! Tengah malam lewat satu jam, hening sepi Wisma Pandjora menemani deadline tulisan yang gak kunjung selesai. Ditambah gerimis syahdu, bikin ngantuk makin menjadi jadi. Sesekali coba buat kopi lah, kopi beneran, bukan sachet-sachet itu.

Air sudah panas, kopi ditakar ke dalam gelas enak hati saya saja. Air panas dimasukkan ke dalam gelas tadi, gula kental manis rasa susu juga jangan lupa, icip-icip dikit, kok masih pahit? Jadilah saya masukkan semua satu sachet gula putih itu sampai gelas hampir tumpeh-tumpeh. Sruput lagi, kok masih pahit? Saya buka lagi bungkusan kedua, kali ini manisan kristal balok, kecil-kecil, bening, sedikit coklat sih sebetulnya. Masukin, aduk, icip, berulang-ulang, sampai otak memberikan perintah kepada mulut, "ah... mantap."
Saya ambil tisu dua lembar, letakkan di samping kanan laptop, berjaga-jaga siapa tahu ada tumpahan kopi akibat kegiatan transportasi dari samping laptop ke bibir. Katanya, gaya di awal untuk menggerakkan sesuatu itu lebih …

Yo, olahraga yo loyo!

Kadang seseorang butuh sebuah alasan lain yang menjadi motivasi utama untuk memulai sebuah kegiatan yang baik, selain dari alasan fungsional pada sebuah kegiatan tersebut, misalnya? Olahraga. Semua orang butuh olahraga, khususnya orang-orang yang gak dalam kesehariannya jarang menyentuh beban berat (literally) ataupun jarang berkeringat, tapi ya... males kan olahraga? Bahkan untuk sekedar menjaga kebugaran seperti jogging yang katanya olahraga paling murah itu.

Berawal dari perhatian saya kepada teman satu atap, yang sedang sibuk-sibuknya melaksanakan internship di sebuah perusahaan. Ah, dia ini udah ga pernah ngumpul lagi bareng kita-kita, bahkan untuk sekedar makan bareng. Berangkat pagi, pulang sore, dah tepar. Pikiran saya terbang melewati waktu-waktu ke depannya, masa di mana saya sudah berkeluarga dan bekerja. Coba kalian bayangkan juga, terbayangkan? Atau jangan-jangan sudah tahu maksud dari tulisannya ini?
Nah, bayangkan kalau kita sudah asik-asiknya bekerja, cari duit untuk …

Tantangan yang sebenernya

Tantangan yang berat dari perubahan yang sedang kita perjuangkan adalah sikap skeptik, komentar-komentar, dan celetukan negatif dari orang-orang di dekat kita yang belum menyadari perubahan yang kita lakukan, serta cenderung mengingat kebiasaan lama kita. Daan tantangan yang sebenarnya adalah sikap kita, lanjut berubah atau kembali ke kebiasaan lama.

Introspeksi Diri Di Awal Tahun

Momen pergantian tahun masehi menjadi suatu hal yang spesial bagi beberapa orang. Ada yang menyambutnya dengan gegap gempita, perayaan kembang api, berpesta, atau menikmati keindahan alam pantai misalnya. Ada juga yang menganggap spesial dengan menjadikannya sebagai momen untuk evaluasi diri setahun ke belakang.

Pada kesempatan kali ini, saya mencoba untuk menyampaikan apa yang saya dengar dari kajian rutin hari senin di masjid Nurul Ashri Deresan. Memanfaatkan momen tahun baru, kajian kali ini mengusung tema muhasabah diri atau introspeksi diri yang disampaikan oleh Ust. KH. Bakrim Ma'as.

Tentunya setiap muslim menginginkan hidupnya sukses atau berhasil, baik di dunia ataupun di akhirat. Namun, untuk dapat meraih sukses dunia dan akhirat, tidak bisa hanya dengan berdoa saja, perlu adanya usaha konkret, dan salah satu usaha konkret tersebut yaitu dengan muhasabah diri atau introspeksi diri.

Muhasabah sendiri, sepemahaman saya bisa dibagi menjadi dua macam, yaitu muhasabah akhirat…

Ghoddul Bashar

Ada hal yg bisa kita pilih, ada pula hal yang tidak bisa kita pilih, contoh: terlahir menjadi laki-laki, di keluarga A.

Ada hal yang sebetulnya bisa kita pilih, tapi kita tidak memakai kewenangan itu, begitu juga sebaliknya, ada hal yang tidak bisa kita pilih, tapi kita mati-matian untuk mendapatkan hal tersebut. Sehingga, terkadang ada solusi atas permasalahan kita, justru kita tidak memilih pilihan tersebut.

Manusia berada di antara dua pilihan, pilihan yang harus diterima dan pilihan yang harus dilakukan.
24.An-Nūr : 60
Dan para perempuan tua yang telah berhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin menikah (lagi), maka tidak ada dosa menanggalkan pakaian (luar) mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan; tetapi memelihara kehormatan adalah lebih baik bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Mengapa wanita sudah sepuh boleh menanggalkan pakaian luarnya (bukan berarti telanjang, misal: tidak memakai kerudung)?

Setiap hukum ada faktornya ('illad kalau…

Apa Sih yang Dicari SN?

Orang Indonesia mana yang tidak mengenal Sityi Nivinti? Bakal calon penerima penghargaan oscar ini punya segudang prestasi akting yang sangat ah sudah. By the way, ngomong - ngomong soal Sityi Nivinti, ada satu pertanyaan yang muncul di benak saya, “Sebenarnya apa sih yang dicari orang sekaliber blio itu??” Duit banyak, istri... ada, tahta po yo? Lah, terus kenapa kalau sudah jadi ketua DPR? Bisa utak-atik UU buat lancarin bisnisnya? Atau apa sih? Asli, belum kepikiran...
Tapi, kalau kita lihat dari kasusnya, kemungkinan yang blio cari ya duit. Kasusnya kan mega korupsi E-KTP senilai sekian trilyun duit, fokusnya kan duitnya itu to? Masa itu doinilep E-KTP terus buat koleksi di rumah? Kayaknya sih ga mungkin.
Kalau kata tribun medan, gaji ketua DPR itu hampir 70jt/bulan, itu belum dihitung dengan rumah dinas dan fasilitas ruang kerja, terus katanya doi punya mobil 3 biji, rumahnya? Ya ga mungkin lah kontrakan minimalis 3 kamar. Eh, mungkin sih, 3 kamar untuk mobil maksudnya. Lanjut, ase…