Skip to main content

Prinsip Tidak Berpacaran : Aku Seorang Mesum

Di suatu liburan yang indah, aku bersama 5 sahabat cecunguk semasa SMA berjumpa di suatu tempat bernama MekDi. Adapun 5 orang begundal itu 3 orang lelaki sebut saja Kebo, Embe, dan Kampret serta 2 orang wanita cantik sebut saja Merino dan Poni. Kami pun bercakap - cakap menceritakan pengalamannya di ranah perantauan masing - masing melepas rindu setelah 1 tahun lamanya tidak berjumpa. Lelah bercakap - cakap lalu salah satu sahabat saja sebut saja si Kebo pun berkata...
Kebo : "Eh, daripada diem aja mending main yuk..!"
Merino : "Truth Or Dare!"
Poni : "Truth Or Dare atau Truth or Truth??"
Semua except me : "Truth or Truth!!"
Kampret :"Ada yang punya pulpen ga??"

Singkat cerita, akhirnya permainan pun dimulai...

Setelah beberapa turn... Merino pun memutarkan pulpen.... pulpen berhenti, tepat menunjuk aku....

All : "HUAHAHAHA!"
W : "*lemas seketika*"
Kebo : "ayo tanya tanya tanya..."
Kampret : "Nu, ira (kamu) kan waktu kelas 9, eh 12 pernah pacaran sama itu tuh yang kelas 7.. nah waktu itu nembaknya gimana???"
All : "HAHAHA."
W : "........"

lima menit kemudian....

W : "*pasang muka sedih* ehhh ganti sihh...."
Embe : "iya eh jangan mengorek luka lama, kasian haha."
Merino : "Ini aja, ira ada yang naksir ga di ipa.4??"
W : "*lugas, jelas, singkat* ga."
Poni : "hah? yang bener?"
W : "hooh!.... *baru kepikiran si dia* *ah udah terlanjur*"
Embe : "Homo!"
W :"Anjir, kita (saya) ga mau pacaran bae."
Poni :"kenapa Nu ga mau pacaran?"
W :"Ngomongin pacaran itu ngomongin soal prinsip. Pacaran tuh merepotkan.... paling cuma sms an, itu juga udah zina hati. Gak enak ga bisa di peluk, cium, di gerayangin hahaha."
Merino : "MESUM IRA!!"
W : "Weh! yang motivasinya men! Di surat Al- Israa kan udah dijelaskan, jangan melakukan zina, mendekatinya aja dilarang."
Merino : "TETEP AJA MESUM!"
W : "huahahaha
"

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Nyata: Kamar Itu yang Remang-Remang

Kalau di rumah, Ibu pernah bilang bahwa adalah pantangan laki-laki tidur sehabis subuh. Nyatanya, saya sangat senang mematikan lampu kamar, rebahan di kasur dan bercengkrama dengan pikiran saya, "hari ini mau ngapain aja ya???" tentunya ditemani hawa dingin suasana subuh yang adem semiliwir karena jendela sudah dibuka. Juga Ayah saya selalu ndak suka anak laki-lakinya tidur setelah solat subuh, padahal habis begadang untuk nulis  (nonton film) dan belum sempat tidur, maka ketika Ayah sudah berangkat kerja pukul 07.00, saya pun lanjut untuk tidur HEHE Pun ketika sudah merantau dan ngekos, saya sering disindir oleh tetangga kos saya yang amat terhormat di kampusnya akibat baru keluar kamar ketika matahari sudah mulai panas, "Wuih hebat udah bangun nih jam 9." Padahal ya lampu kamar mati dan jendela tutupan bukan berarti yang di dalam tidur kan? Saya kan nyaman mikir di suasana sepi yang cuma ditemani detak jam dinding! Ilusi itu datangnya dari situ meeen, INSPIRESYE...

Cerita Buruk dan Cerita Baik di Akhir 2015

Cerita buruk : Tepat beberapa jam setelah saya membacakan lapora  pertanggungjawaban saya sebagai kepala departemen MIO KMFPT. Hasilnya, ditolak. Sungguh, terlalu banyak amanah yang salah tinggalkan di departemen. Sungguh naif kalau saya berpikiran bahwa ini hanya sebagai formalitas. Pelajaran yang sangat berharga bahwa jangan terlalu banyak becanda dan menyepelekan sesuatu. Karena dibalik itu semua ada konsekuensi yang anggap saja kita tidak tahu besar kecilnya. Untung kecil, kalau besar? Cerita baik : Sebenarnya saya tidak mau menceritakan ini sebagai suatu hal yang baik. Tetapi akan sangat menghinakan-Nya kalau saya melihat ini dari sudut pandang yang salah. Alhamdulillah, saya punya keluarga baru di fapet ugm. Gedung H3 lantai satu dan dua, akan menjadi saksi bisu suka dan duka yang akan kami alami. Sekali lagi saya bersyukur kepada Allah karena saya diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri bersama teman2 menjadi asisten laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak. Awaln...

Tantangan yang sebenernya

Tantangan yang berat dari perubahan yang sedang kita perjuangkan adalah sikap skeptik, komentar-komentar, dan celetukan negatif dari orang-orang di dekat kita yang belum menyadari perubahan yang kita lakukan, serta cenderung mengingat kebiasaan lama kita. Daan tantangan yang sebenarnya adalah sikap kita, lanjut berubah atau kembali ke kebiasaan lama.