Skip to main content

Hayo ibadahmu untuk siapa??

      Hi guys, pernah liat orang tiba - tiba rajin ibadah? yang biasanya sholat telat terus, tiba - tiba sebelum adzan udah stand by aja di teras masjid, atau yang biasanya jarang ngaji, eh tiba - tiba pas lagi jalan kaki aja, mulut sering melantunkan ayat suci Al-Quran? pernah? aku pernah!
      Oke, mari kita berbaik sangka. Mungkin emang orang tadi baru saja mendapat hidayah dari Allah swt, sehingga dia sadar akan kematian yang semakin mendekat dan terus meningkatkan kualitas ibadah agar bisa dapat satu tiket menuju surga kelak. Tapi.... sekali - kali boleh lah berburuk sangka wehehehe. Kok bisa? Bisa aja, simak dulu.... Pernah gak sih kepikiran, orang itu sebenarnya sedang pencitraan? Ya pencitraan, menunjukkan kehebatannya kepada khalayak, mending kehebatannya.... kalo cuma boong - boongan karena suatu agenda tersembunyi? Siapa yang tau? hmm... Mungkin aja karena suatu hal ya guys...... Mungkin..... karena dia sedang jatuh cinta! Sehingga, layaknya seekor merak yang ingin kawin, dia memperlihatkan kehebatannya? Wah ngeri ya, macam caleg aja hahaha. Bahayanya guys, kalau yang di "citra" kan itu ibadahnya, ya jelas lah itu masuknya riya' yang artinya ibadah itu bakal sia - sia bahkan kelabik! ya kelabik... kebalik men! Jadinya bukan malah dapat tabungan ke surga malah dapat dosa.... Njuk (lantas) piye?
      Dalam berburuk sangka ini masih harus berbaik sangka, ya... mungkin aja dia lupa. Kalau begitu, ya sudah jadi tugas kita untuk mengingatkan, tapi ya ga frontal juga. Beneran dapet hidayah kan ga tau juga.... terus gimana caranya??? ya kayak gini... kayak tulisan ini hehehe...
     Penasaran siapa "tersangka" diatas??? Mungkin saja kamu yang sedang membaca tulisan ini, ataupun penulis sendiri hihihi..... Mari introspeksi diri guys! :)

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Nyata: Kamar Itu yang Remang-Remang

Kalau di rumah, Ibu pernah bilang bahwa adalah pantangan laki-laki tidur sehabis subuh. Nyatanya, saya sangat senang mematikan lampu kamar, rebahan di kasur dan bercengkrama dengan pikiran saya, "hari ini mau ngapain aja ya???" tentunya ditemani hawa dingin suasana subuh yang adem semiliwir karena jendela sudah dibuka. Juga Ayah saya selalu ndak suka anak laki-lakinya tidur setelah solat subuh, padahal habis begadang untuk nulis  (nonton film) dan belum sempat tidur, maka ketika Ayah sudah berangkat kerja pukul 07.00, saya pun lanjut untuk tidur HEHE Pun ketika sudah merantau dan ngekos, saya sering disindir oleh tetangga kos saya yang amat terhormat di kampusnya akibat baru keluar kamar ketika matahari sudah mulai panas, "Wuih hebat udah bangun nih jam 9." Padahal ya lampu kamar mati dan jendela tutupan bukan berarti yang di dalam tidur kan? Saya kan nyaman mikir di suasana sepi yang cuma ditemani detak jam dinding! Ilusi itu datangnya dari situ meeen, INSPIRESYE...

Cerita Buruk dan Cerita Baik di Akhir 2015

Cerita buruk : Tepat beberapa jam setelah saya membacakan lapora  pertanggungjawaban saya sebagai kepala departemen MIO KMFPT. Hasilnya, ditolak. Sungguh, terlalu banyak amanah yang salah tinggalkan di departemen. Sungguh naif kalau saya berpikiran bahwa ini hanya sebagai formalitas. Pelajaran yang sangat berharga bahwa jangan terlalu banyak becanda dan menyepelekan sesuatu. Karena dibalik itu semua ada konsekuensi yang anggap saja kita tidak tahu besar kecilnya. Untung kecil, kalau besar? Cerita baik : Sebenarnya saya tidak mau menceritakan ini sebagai suatu hal yang baik. Tetapi akan sangat menghinakan-Nya kalau saya melihat ini dari sudut pandang yang salah. Alhamdulillah, saya punya keluarga baru di fapet ugm. Gedung H3 lantai satu dan dua, akan menjadi saksi bisu suka dan duka yang akan kami alami. Sekali lagi saya bersyukur kepada Allah karena saya diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri bersama teman2 menjadi asisten laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak. Awaln...

Tantangan yang sebenernya

Tantangan yang berat dari perubahan yang sedang kita perjuangkan adalah sikap skeptik, komentar-komentar, dan celetukan negatif dari orang-orang di dekat kita yang belum menyadari perubahan yang kita lakukan, serta cenderung mengingat kebiasaan lama kita. Daan tantangan yang sebenarnya adalah sikap kita, lanjut berubah atau kembali ke kebiasaan lama.