"Praktikum ini itu emang buat apa??? nunggu sapi boker n pipis selama 12 jam emang esensinya buat apa to? Laporannya tulis tangan lagi." satu pertanyaan yang terucap dari salah satu temanku... Banyaknya praktikum yang dijalani, terutama dalam pengerjaan laporan terkadang membuat praktikan (mahasiswa) mengeluarkan statement-statement berupa keluhan atasnama esensi.... Saya pribadi pun mungkin pernah bertanya-tanya seperti itu... namun... satu hal yang terlintas... mengapa itu hanya sebagai pertanyaan? bukan kita jawab pertanyaannya? Justru diadakannya praktikum ini dan itu kita memang harus kudu dan wajib mengetahui esensi dan tujuan dari praktikum tersebut. Mungkin banyak yang tidak menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut... ya... karena hati kita tidak ikut andil. Istilahnya... "tangannya kemana pikirannya kemana."... Ingatlah kawan.... Waktu, materi, keringat yang kita keluarkan jika hanya untuk.... praktikum.... selesai... buat laporan... lupa... Lalu untuk apa??? Ayolah kawan.... rasakan praktikum itu seperti makan es krim... rasakan praktikum itu seperti makan magelangan burjo klebengan yang dapetinnya kudu ngantri 30menit dulu... atau apalah... Ingatlah waktu... Ingatlah hukum waktu... waktu tidak bisa kembali... so... buat apa kita capek praktikum tapi akhirnya ga ada gunanya... cuma buang waktu... mending buat main iya ga??? eh.... ya udah mending main aja daripada praktikum.... ya monggo.... ga usah kuliah lah... haha
Kalau di rumah, Ibu pernah bilang bahwa adalah pantangan laki-laki tidur sehabis subuh. Nyatanya, saya sangat senang mematikan lampu kamar, rebahan di kasur dan bercengkrama dengan pikiran saya, "hari ini mau ngapain aja ya???" tentunya ditemani hawa dingin suasana subuh yang adem semiliwir karena jendela sudah dibuka. Juga Ayah saya selalu ndak suka anak laki-lakinya tidur setelah solat subuh, padahal habis begadang untuk nulis (nonton film) dan belum sempat tidur, maka ketika Ayah sudah berangkat kerja pukul 07.00, saya pun lanjut untuk tidur HEHE Pun ketika sudah merantau dan ngekos, saya sering disindir oleh tetangga kos saya yang amat terhormat di kampusnya akibat baru keluar kamar ketika matahari sudah mulai panas, "Wuih hebat udah bangun nih jam 9." Padahal ya lampu kamar mati dan jendela tutupan bukan berarti yang di dalam tidur kan? Saya kan nyaman mikir di suasana sepi yang cuma ditemani detak jam dinding! Ilusi itu datangnya dari situ meeen, INSPIRESYE...
Comments
Post a Comment