Skip to main content

Praktikum dan Laporan itu.... Magelangan!

     "Praktikum ini itu emang buat apa??? nunggu sapi boker n pipis selama 12 jam emang esensinya buat apa to? Laporannya tulis tangan lagi." satu pertanyaan yang terucap dari salah satu temanku... Banyaknya praktikum yang dijalani, terutama dalam pengerjaan laporan terkadang membuat praktikan (mahasiswa) mengeluarkan statement-statement berupa keluhan atasnama esensi.... Saya pribadi pun mungkin pernah bertanya-tanya seperti itu... namun... satu hal yang terlintas... mengapa itu hanya sebagai pertanyaan? bukan kita jawab pertanyaannya? Justru diadakannya praktikum ini dan itu kita memang harus kudu dan wajib mengetahui esensi dan tujuan dari praktikum tersebut. Mungkin banyak yang tidak menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut... ya... karena hati kita tidak ikut andil. Istilahnya... "tangannya kemana pikirannya kemana."... Ingatlah kawan.... Waktu, materi, keringat yang kita keluarkan jika hanya untuk.... praktikum.... selesai... buat laporan... lupa... Lalu untuk apa??? Ayolah kawan.... rasakan praktikum itu seperti makan es krim... rasakan praktikum itu seperti makan magelangan burjo klebengan yang dapetinnya kudu ngantri 30menit dulu... atau apalah... Ingatlah waktu... Ingatlah hukum waktu... waktu tidak bisa kembali... so... buat apa kita capek praktikum tapi akhirnya ga ada gunanya... cuma buang waktu... mending buat main iya ga??? eh.... ya udah mending main aja daripada praktikum.... ya monggo.... ga usah kuliah lah... haha


Comments

Popular posts from this blog

14 Februari

Opini Wisnu M.R.(Facebook Kmfpt Ugm, 14 Februari 2015) Liberalisme atau budaya bebas kini telah menyelinap dan merasuki setiap sendi kehidupan.Tak hanya merasuki sistem ekonomi, liberalisme kini terasa hingga aspek budaya.Pergeseran nilai-nilai dalam aspek budaya ini semakin membuatnya jauh dariislam. Salah satu budaya liberal yang sarat akan pergeseran nilai ini, akrab ditelingakita dengan nama hari kasih sayang atau valentine’sday . Hari kasih sayang yang sangatpopuler di kalangan remaja ini, dirayakan pada pertengahan februari tepatnya tanggal 14 februari. Euforia hari kasih sayang dimanfaatkan dengan sempurna oleh pelakubisnis sebagai sarana mempromosikan produknya. Hingar bingar media baik elektronik maupun cetak ikut memeriahkan hari yang dianggap sebagai hari pembuktian cinta ini.Kemeriahan ini sengaja dikemas sedemikian rupa, hingga tak terasa remaja-remajapun itu tercekoki oleh iklan-iklan valentine’sday . Atas dasar trend masa kini,dan agar tidak dikatakan ...

Cerita Buruk dan Cerita Baik di Akhir 2015

Cerita buruk : Tepat beberapa jam setelah saya membacakan lapora  pertanggungjawaban saya sebagai kepala departemen MIO KMFPT. Hasilnya, ditolak. Sungguh, terlalu banyak amanah yang salah tinggalkan di departemen. Sungguh naif kalau saya berpikiran bahwa ini hanya sebagai formalitas. Pelajaran yang sangat berharga bahwa jangan terlalu banyak becanda dan menyepelekan sesuatu. Karena dibalik itu semua ada konsekuensi yang anggap saja kita tidak tahu besar kecilnya. Untung kecil, kalau besar? Cerita baik : Sebenarnya saya tidak mau menceritakan ini sebagai suatu hal yang baik. Tetapi akan sangat menghinakan-Nya kalau saya melihat ini dari sudut pandang yang salah. Alhamdulillah, saya punya keluarga baru di fapet ugm. Gedung H3 lantai satu dan dua, akan menjadi saksi bisu suka dan duka yang akan kami alami. Sekali lagi saya bersyukur kepada Allah karena saya diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri bersama teman2 menjadi asisten laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak. Awaln...

Kuantitas atau Kualitas dulu?

Ketika saya sedang menulis, banyak sekali berkelebat ide-ide lain untuk kemudian saya ingin tuliskan. Tapi, hal itu terbentur dengan pertanyaan, "kapan nulisnya? Ini aja belum selesai." Suatu saat saya bertanya kepada diri sendiri, "untuk apa saya menulis? Menulis apapun yang penting banyak? Atau menulis sedikit yang penting berkualitas?" Di titik ini saya harus memilih mana yg membuat kemampuan intelektual saya meningkat. Tentunya ada kalimat idealis "menulis yang banyak dan berkualitas" tetapi itu tidak bisa terwujud jika tidak dibatasi oleh periode waktu. Maka, tidak perlu dipikir panjang lagi, saya kira jawabannya sudah jelas, untuk mencapai idealisme tersebut kuncinya adalah konsisten.