Skip to main content

Virus

Assalamualaikum... Halo! Gimana kabar laporannya? :)

          Haduh.. haduh... cantik nian cewek itu :)) hahaha. Yup, saya sudah terinfeksi oleh sebuah virus, virus cinta namanya. Setiap hari selalu membayangkan wajahnya, pakaiannya, sikapnya, cantik sekali. Lantas, apa yang akan saya lakukan? Memintanya sebagai pacar? NO WAY! Melamar? oke laaah! Terus apa modalnya?
          Jadi begini kawan - kawan, saya sedang jatuh cinta, lalu saya ingin sekali menarik hati orang itu. Apa yang saya lakukan? Ya dengan menunjukkan bahwa saya adalah orang yang keren, ataupun pintar hingga dia terkesan. Lah... tapi sebaliknya, orang yang ingin saya buat terkesan itu justru lebih baik dari pada saya. Sedih rasanya. Merasa sangat kecil, merasa sangat tidak berdaya. Seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari apa yang sesungguhnya saya lakukan. Yup! hanya omong kosong tidak lebih dari itu. Riya? bisa jadi. Lalu, apa yang selanjutnya harus dilakukan? Hanya mengucapkan "aku rapopo", atau aku kudu pie?
          Saya memilih untuk aku kudu pie. Ah sudahlah, tidak usahlah mencari cari perhatian dengan sok pintar atau keren, toh jodoh sudah diatur oleh Sang Pencipta. Cukuplah lah kita bersikap sebaik mungkin, alquran dan hadist siap membantu. Terus upgrade diri, tanpa ingin dibilang keren, pintar, atau apapun. Sadari apa yang Allah berikan pada kita dan pantaskan dirimu.

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Nyata: Kamar Itu yang Remang-Remang

Kalau di rumah, Ibu pernah bilang bahwa adalah pantangan laki-laki tidur sehabis subuh. Nyatanya, saya sangat senang mematikan lampu kamar, rebahan di kasur dan bercengkrama dengan pikiran saya, "hari ini mau ngapain aja ya???" tentunya ditemani hawa dingin suasana subuh yang adem semiliwir karena jendela sudah dibuka. Juga Ayah saya selalu ndak suka anak laki-lakinya tidur setelah solat subuh, padahal habis begadang untuk nulis  (nonton film) dan belum sempat tidur, maka ketika Ayah sudah berangkat kerja pukul 07.00, saya pun lanjut untuk tidur HEHE Pun ketika sudah merantau dan ngekos, saya sering disindir oleh tetangga kos saya yang amat terhormat di kampusnya akibat baru keluar kamar ketika matahari sudah mulai panas, "Wuih hebat udah bangun nih jam 9." Padahal ya lampu kamar mati dan jendela tutupan bukan berarti yang di dalam tidur kan? Saya kan nyaman mikir di suasana sepi yang cuma ditemani detak jam dinding! Ilusi itu datangnya dari situ meeen, INSPIRESYE...

Cerita Buruk dan Cerita Baik di Akhir 2015

Cerita buruk : Tepat beberapa jam setelah saya membacakan lapora  pertanggungjawaban saya sebagai kepala departemen MIO KMFPT. Hasilnya, ditolak. Sungguh, terlalu banyak amanah yang salah tinggalkan di departemen. Sungguh naif kalau saya berpikiran bahwa ini hanya sebagai formalitas. Pelajaran yang sangat berharga bahwa jangan terlalu banyak becanda dan menyepelekan sesuatu. Karena dibalik itu semua ada konsekuensi yang anggap saja kita tidak tahu besar kecilnya. Untung kecil, kalau besar? Cerita baik : Sebenarnya saya tidak mau menceritakan ini sebagai suatu hal yang baik. Tetapi akan sangat menghinakan-Nya kalau saya melihat ini dari sudut pandang yang salah. Alhamdulillah, saya punya keluarga baru di fapet ugm. Gedung H3 lantai satu dan dua, akan menjadi saksi bisu suka dan duka yang akan kami alami. Sekali lagi saya bersyukur kepada Allah karena saya diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri bersama teman2 menjadi asisten laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak. Awaln...

Tantangan yang sebenernya

Tantangan yang berat dari perubahan yang sedang kita perjuangkan adalah sikap skeptik, komentar-komentar, dan celetukan negatif dari orang-orang di dekat kita yang belum menyadari perubahan yang kita lakukan, serta cenderung mengingat kebiasaan lama kita. Daan tantangan yang sebenarnya adalah sikap kita, lanjut berubah atau kembali ke kebiasaan lama.