Skip to main content

Karena ini hanya sebuah kepercayaan

Assalamualaikum… Halo! Gimana kabar laporannya???? Hahaha, serius gimana nih kabar laporannya? Sudah selesaikah? Atau Belum sama sekali padahal besok deadline? Atau…… ada bentrok nih sama temen sekelompok????

                Jadi inget jaman semester 1 dulu, waktu itu pertama kalinya dapet laporan praktikum. Masih inget laporan pertama Biologi??? Yup! Langsung 4 laporan meen! Sedikit cerita waktu itu saya praktikum hari senin dan baru mengerjakan laporan hari minggu hahaha. Parah emang, dari jam 5 pagi sampe jam 9 malem, keluar kamar cuma cari makan doang ahahaha, tobat tobat gak akan lagi deh. Dan ga terasa sekarang sudah semester 2 ya, praktikum pun baru dan pastinya semakin seru (serius deh!) tapi ada juga masalah barunya. Apa tuh?? yaitu laporan per kelompok. Loh apa masalahnya?? Memang tidak semua mengalami masalah seperti ini, ada pula yang bersyukur dengan adanya laporan per kelompok. Mungkin senang karena pekerjaan jadi lebih ringan, ataupun bisa lebih malas – malasan jadi tinggal titip nama gitu deh hahaha. Oke deh lupain kasus yang kedua, itu mah emang perlu ditindak lebih. Nah gimana kalau ada satu orang dalam kelompok yang merasa tidak puas dengan hasil kerja temannya? Apa yang harus dia lakukan?? Benerin hasil kerja temennya? Ga adil dong udah capek – capek ngerjain main ganti aja. Nah terus gimana? Mungkin itu satu masalah yang memang tidak setiap orang rasakan, tetapi saya merasakan seperti itu. Apa yang jadi penyebab? Banyak! Salah satunya adalah merasa paling bisa karena mendapat kelompok yang kurang ideal menurutnya. Nah ini ga baik nih, ga bisa kita merasa paling bisa walaupuuuun pada kenyataannya memang kita yang paling bisa. Terus gimana dong kalau dibiarin aja kan nilai yang dipertaruhkan?? Slow brooo slow, kalau semua dikerjakan sama kamu ya kamu sendiri kan yang repot, tiap habis praktikum selalu was was gimana nih kerjaan temenku?? Sekali lagi slow broooo slow…. Hei! Teman – teman kelompok kita juga sama seperti kita, mereka juga butuh proses men! Walaupun kamu merasa satu atau dua kali lebih lama jam terbangnya tapi, ga bisa semuanya harus benar dimatamu. Biar lah kita kasih kepercayaan pada meraka, soal salah dan benar itu urusan asisten iya to? Kamu pun ga pasti selalu benar, kalaupun salah toh ada revisi, lah itu kan yang namanya proses. Jadi percayalah pada teman – temanmu walaupun MENURUTMU banyak kekurangannya, karena seburuk apapun hasilnya sebagus apapun hasilmu benar atau salah hanya milik asisten, betul? J  Sekali lagi, "Karena ini hanya sebuah kepercayaan", oke broooo J

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Nyata: Kamar Itu yang Remang-Remang

Kalau di rumah, Ibu pernah bilang bahwa adalah pantangan laki-laki tidur sehabis subuh. Nyatanya, saya sangat senang mematikan lampu kamar, rebahan di kasur dan bercengkrama dengan pikiran saya, "hari ini mau ngapain aja ya???" tentunya ditemani hawa dingin suasana subuh yang adem semiliwir karena jendela sudah dibuka. Juga Ayah saya selalu ndak suka anak laki-lakinya tidur setelah solat subuh, padahal habis begadang untuk nulis  (nonton film) dan belum sempat tidur, maka ketika Ayah sudah berangkat kerja pukul 07.00, saya pun lanjut untuk tidur HEHE Pun ketika sudah merantau dan ngekos, saya sering disindir oleh tetangga kos saya yang amat terhormat di kampusnya akibat baru keluar kamar ketika matahari sudah mulai panas, "Wuih hebat udah bangun nih jam 9." Padahal ya lampu kamar mati dan jendela tutupan bukan berarti yang di dalam tidur kan? Saya kan nyaman mikir di suasana sepi yang cuma ditemani detak jam dinding! Ilusi itu datangnya dari situ meeen, INSPIRESYE...

Cerita Buruk dan Cerita Baik di Akhir 2015

Cerita buruk : Tepat beberapa jam setelah saya membacakan lapora  pertanggungjawaban saya sebagai kepala departemen MIO KMFPT. Hasilnya, ditolak. Sungguh, terlalu banyak amanah yang salah tinggalkan di departemen. Sungguh naif kalau saya berpikiran bahwa ini hanya sebagai formalitas. Pelajaran yang sangat berharga bahwa jangan terlalu banyak becanda dan menyepelekan sesuatu. Karena dibalik itu semua ada konsekuensi yang anggap saja kita tidak tahu besar kecilnya. Untung kecil, kalau besar? Cerita baik : Sebenarnya saya tidak mau menceritakan ini sebagai suatu hal yang baik. Tetapi akan sangat menghinakan-Nya kalau saya melihat ini dari sudut pandang yang salah. Alhamdulillah, saya punya keluarga baru di fapet ugm. Gedung H3 lantai satu dan dua, akan menjadi saksi bisu suka dan duka yang akan kami alami. Sekali lagi saya bersyukur kepada Allah karena saya diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri bersama teman2 menjadi asisten laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak. Awaln...

Tantangan yang sebenernya

Tantangan yang berat dari perubahan yang sedang kita perjuangkan adalah sikap skeptik, komentar-komentar, dan celetukan negatif dari orang-orang di dekat kita yang belum menyadari perubahan yang kita lakukan, serta cenderung mengingat kebiasaan lama kita. Daan tantangan yang sebenarnya adalah sikap kita, lanjut berubah atau kembali ke kebiasaan lama.